Belajar Etika Pergaulan Internasional dengan Table Manner Course

Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wahid Hasyim semarang (UNWAHAS) mengadakan kegiatan pelatihan Table Manner dalam rangka implementasi  mata kuliah Praktik Diplomasi, pada hari kamis, tanggal 28 Juni 2018 di Hotel Patra Jasa Semarang. Acara ini dibuka oleh Ibu Anna Yulia Hartati, S.IP, MA selaku dosen mata kuliah Praktik Diplomasi. Kegiatan yang rutin diselenggarakan tiap tahun ini sebagai bagian dari mata kuliah Praktek Diplomasi dan diikuti oleh mahasiswa jurusan hubungan Internasional Unwahas.

Sandyana selaku instruktur Table manner course dalam kegiatan ini mengatakan bahwa mempelajari etiket di meja makan bukan sekadar mengetahui tata krama saat makan atau menggunakan alat makan. Menguasai table manner juga merupakan bentuk citra diri, bahkan profesionalisme seseorang. Pemahaman yang baik seputar table manner bahkan mempengaruhi kesiapan mahasiswa Hubungan Internasional yang umumnya selalu menghadiri event-event gala dinner internasional.

Dalam kegiatan gala dinner internasional tentunya pemilihan pakaian sangat penting bagi pencitraan seorang individu, oleh karena itu mahasiswa jurusan Hubungan internasional Unwahas dianjurkan memakai gaun dan jas rapi dalam menghadiri pelatihan ini. Kemampuan bersosialisasi salah satunya ditunjukkan melalui etiket di meja makan. Table manner bicara banyak hal, termasuk etiket saat menghadiri jamuan makan, mulai dari kedatangan hingga waktunya meninggalkan jamuan makan.

“Saat tiba di lokasi jamuan makan, Anda tentu akan bertegur sapa dengan tuan rumah dan undangan lain yang tak begitu Anda kenal. Sikap Anda dalam bertegur sapa menunjukkan kemampuan bersosialisasi Anda. Dengan mengetahui manner, anda tentunya akan menjaga sikap. Menyapa dan berbincang. Namun, tak berlebihan,” ungkap sandyana

“Bagi mahasiswa Hubungan Internasional, pemahaman yang baik seputar table manner dapat mempengaruhi kesuksesan karier atau bisnis secara signifikan sebagai media lobby dan alat diplomasi sehingga kepentingan yang kita inginkan bisa tercapai”, tutur Anna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *